Mengapa Kawasaki Ninja 250 Tidak Pakai Setang Underyoke

Produk Terbaru Kawasaki

Berita Otomotif – Dalam beberapa produk terbaru motor sport yang telah diluncurkan oleh sejumlah pabrikan sudah mengusung stang Underyoke atau biasa dikatakan dibawah segitiga (Fork) misalnya seperti CBR 250RR atau kelas kebawahnya seperti R15 generasi ketiga dan Suzuki GSX 150 R.

Menggunakan stang underyoke membuat posisi riding yang lebi racy karena badan pengendara dituntut untuk lebih menunduk, posisi berkendara seperti ini membuat motor lebih aerodinamis namun produk tren seperti itu tidak diikuti oleh Kawasaki pada produk terbarunya yang baru diluncurkan bebrrapa minggu lalu Kawasaki Ninja New250.

Lalu apa alasan Kawasaki padahal pada saat ini underyoke sangat banyak diminati, “Karena konsep kami performa tinggi dan mudah dikendarai,” kata Deputy Head Sales & Promotion Division KMI Michael Chandra Tanadhi.

Dari jawaban tersebut kita dapat memahami bahwa Kawasaki lebih mementingkan aspek kenyamanan dalam berkendara, seperti yang diketahui oleh beberapa pengamat motor, Bahwa menggunakan stang Underyoke pengendara akan merasa lebih cepat pegal.

Biasanya, rasa pegal dirasakan pada bagian tangan maupun pinggang. Oleh karena itu, demi memberikan kenyamanan para konsumen Ninja 250, Kawasaki lebih memilih stang upperyoke.

Walaupun demikian, posisi stang diatas segitiga tidak menurunkan performance Ninja uuntuk bisa berlari kencang dan lincah dalam melakukan Manuver lainnya, Jika pun haru diadu dengan para pesaingnya, Ninja lebih unggul secara spesifikasinya.

Karena sekarang, kawasaki menyematkan mesin berkapasitas 249cc dengan sejumlah ubahan serta desain yang baru dari pendahulunya. Bobot mesin pun lebih ringan. Adapun tenaga maksimum Ninja 250 terbaru ini sebesar 28,5 kW (39 PS) pada 12.500 rpm. Sementara untuk torsi maksimumnya 23,5 N.m (2,4 kgf.m) / 10.000 rpm.

Dibandingkan Yamaha R25, Power Maksimum hanya 26,5 KW (36 PS) pada 12.000 rpm. Torsi Maksimumnya 22,6 Nm / 10.000 rpm. Sementara CBR250RR Power Maksimum sebesar 27,1 Kw (38,7 PS) pada 12.500 rpm. Torsi Maksimumnya 23,3 Nm / 10.500 rpm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *